Jumat, 11 Desember 2015

Sejimpit kegelisahan hari ini

Blog yang sudah lama dibikin dan tak pernah apdet selama 3 tahun ini mungkin sudah berasa jamuran dan ngerasa geli sendiri kalo melihat betapa polos dan melankolisnya gw 3 tahun lalu.. selalu akan ada aib dari masa lalu untuk ditertawakan. Seperti dengan sotonya gw bikin tulisan tentant gunungan dalam konservasi apdahal sejatinya gw aja nggak ngerti-ngerti banget ataupun sebuah puisi untuk mantan ha..ha..

Pernah berfikir juga untuk mengganti blog ataupun ganti lokasi nulis dalam beberapa waktu lalu tapi selalu ada saja kegagalan dan ketidakdisiplinan dalam menulis.

Gw kemarin ngobrol dengan seorang teman yang saya anggap tetua di lingkungan kerja, dia bilang walapun loe seorang buruh, saat ini jamnnya personal branding, sekarang orang nggak akan dinilai dari profesi ataupun tempat kerja tapi gimana lo bisa membranding diri lo sendiri. Loe harus punya identitas unik!!

Jujur sampai umur 30-an ini gue masih seorang pengelana yang gak tahu harus ngapain, gue cuma meras atercebur aja di dunia yang gue gelutin sekarang hidup dengan rutinitas kerja-istirahat yang pelan-pelan membunuh.  Gue hanya manusia tanpa identitas, okelah gue bisa bagus dalam beberapa aspek tapi tetap saja gue hanya seorang medioker yang sedikit di atas rata-rata.

Tapi apakah kita bisa mendesain diri kita sendiri sebagai sebuah produk? sejauh maa seseorang yang memiliki emosi itu konsisten layaknya mesin? itu pertanyaan yang gue lontarin ke temen saya itu dan jawaban dia adalah branding bagi manusia itu harus sesuai passionnya sehingga lo bisa secara alami membranding diri lo.

Passion? walaupun gue udah 6 tahun berkecimppung di dunia yang gw gelutin sekarang, dengan berbagai model pendekatannya, kok gw ngerasa makin gak bersemangat, apakah passion dan bakat gue gak ketemu?

Disini, mulai hari ini gue akan cerita saja apa aja yang pernah dan mungkin akan gue lakuin. Gue akan cerita tentang pekerjaan, apa yang gue pikirin dan apa yang mungkin suatu saat akan gue bikin. Semoga dalam menulis ini dan kemudian membacanya gue bisa kembali menemukan sesuatu, entah itu ajti diri, identitas atay passion. semoga.

Selasa, 21 Februari 2012

Baiklah..

Baiklah..

Disini aku berdiri saat ini

Mengendap di dasar gelas kopimu

Bercengkerama dengan sisa manis pahit

Yang mungkin masih menggantung di ujung saraf lidahmu

Seperti yang kau inginkan..

Baiklah..

Disini aku menegadah saat ini

Di bawah biru abu-abu jingga dan ungu langitmu

Bergurau dengan kata-kata sambil mendebat seberapa dalam pekat mampu bertahan

Seperti yang kau inginkan

Dan baiklah..

Kau telah memilih sudutmu

Maka saatnya aku mengukur jarak

Untuk mendaki kembali kubah teka-teki

Dan aku akan tersenyum dan tersenyum untuk selamanya..

Seperti yang kau inginkan

Sekarang,

setelah jarak membentang, kubah telah dibawah kaki lemahku, pekat langit semakin membiru dan pahit kopi telah kandas melewati batas..

aku akan diam

selamanya...

Jumat, 17 Februari 2012

Savanna di Sumatera Barat


Perjalanan ku saat ini menghantarkanku ke perbatasan anatara Sumaetra Barat dan Sumatera Utara, tepatnta di Rao, Pasaman Timur. Rao, yang katanya merupakan negeri Tuanku Rao yang berasal dari Malaysia yang berperang melawan Belanda, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumatera Barat. Letaknya yang berbatasan dengan sumatera Barat, menjadikan daerah ini juga banyak di huni oleh suku Batak selain suku Minang.
Tidak banyak yang bisa gue ceritakan dari perjalanan Padang-Rao yang memakan waktu hampir satu hari pebuh itu. Rute yang gue lewati adalah Padang-Bukittinggi-Lubuk Sikaping-Rao. Sebelum tiba di Rao, gue melewati Taman Wisata Rimbo Panti yang pernah gue tulis sebelumnya dan di sambut hamparan Sawah dan kolam ikan yang sangat luas. Selain sawah, daerah Panti dan Rao juga  sebagai salah satu penghasil ikan kolam terbesar di Sumatera Barat.


Saat memasuki kawasan Rao tepatnya Rao mapatunggul, gue sangat heran dengan bukit-bukit yang gundul di kawasan itu. Untuk melihat lebih dekat dan view di sana, gue pun akhirnya memutuskan untuk mencari jalan ke atas bukit dan terlihatnya sebuah savanna yang sangat luas dan indah. Namun karena hari yang telah sore dan hampir gelap, gue gak nemuin satu orang pun yang bisa gue ajak berbincang mengenai kawasan tersebut. Gue pun ingin meilihat lebih jauh dan setelah hampir 1 Km dari jalan raya, gue menemukan kawasan itu juga telah mulai di olah oleh masayarakat sebagai kebun karet, cabai dan lain-lain. Walaupun gue gak lama karena hari yang telah mulai gelap, keberasaan savanna itu cukup membuat gue takjub. 

Minggu, 05 Februari 2012

Statstik dengan SPSS itu mudah (part 1)

Setelah pernah kembali semangat nulis di blog pada akhir tahun 2011, di awal 2012 ini rasanya kembali meredup lagi semangatnya. Walaupun mungkin karena jarang ada yang baca juga karena lagi kering ide. Fiksi, banyak yang setengah jalan, puisi kalo lagi gak galau gak keluar idenya, kisah perjalanan, gak ada yang menarik. Tapi setelah dilihat-lihat rasanya belum pernah nulis tentang statistik disini. Jadi ini mungkin tulisan statistik yang pertama gue disini..
Tulisan ini gue buat sejak tahun 2009, sebuah panduan buat yang pengen belajar statistik dengan SPSS secara instan.

Untuk yang pertama ini gue kasih tentang analisa perbandinga,, silahkan dibaca dan semoga membantu.

Analisa perbandingan

Digunakan untuk membandingkan rata-rata antara dua atau lebih kelompok sampel data.

Asumsi dasar : table harus mengikuti distribusi normal.

1) Perbandingan Mean

Digunakan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan atau kesamaa rata-rata suatu kelompok sample data dengan suatu nilai rata-rata tertentu.

Output :

a) Statistic Deskriptif

Mean (nilai tengah) : menunjukkan rata-rata nilai dari sampel data. Nilai ini dapat dilihat dalam table report.

Standar deviasi : derajat penyimpangan dari nilai tengah.

b) Signifikasi : menunjukkan perbedaan nyata dari sampel data. Bil nilai ini < 0.05 maka hasil analisa menujukkan adanya perbedaan yang signifikan. Nilai ini dpaat dilihat dalam table ANOVA.

c) Test for linearity :menunjukkan apakah terdapat hubungan linier antara variable. Jika nilai linearity tersebut <0.05 maka terdapat hubunga linier natara variable. Nilai test for linearity dapat dilihat dalam table ANOVA.

2) One-sample T test

Digunakan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan atau kesamaan rata-rata suatu kelompok sampel data dengan suatu nilai rata-rata tertentu. Dalam analisa ini kita harus memutuskan sebuah nilai tertentu sebagai test value untuk diperbandingkan.

Output :

a) Statistic Deskriptif

Mean : merupakan nilai rata-rata dari variable yang diukur.

Standar deviasi : derajat penyimpangan dari nilai tengah

b) Signifikasi : menunjukkan perbedaan signifikan dari variable terhadap test value. Jika nilai ini <0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan.

3) Independent T test

Digunakan untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok sampel yang independen.

Output :

a) Statistic Deskriptif

Mean : merupakan nilai rata-rata dari variable yang diukur.

Standar deviasi : derajat penyimpangan dari nilai tengah.

b) Signifikasi T-test : menunjukkan perbdaan nyata dari uji erbandingan natara dua kelompok sampel yang diuji. Terdapat pada table Independent Sample Test pada kolom sign (t-test for equality of means). Jika p value < 0.05 maka perbedaannya nyata.

4) One way anova

Digunakan untu membandingkan apakah terdapat perbedaan atau kesamaan rata-rata antara tiga kelompok atau lebih kelompok data untuk suatu kategori tertentu. Asumsi yang digunakan adalah variable data berdistribusi normal dan homogenitas antara kelompok data.

Output :

a) Statistic Deskriptif

Mean : merupakan nilai rata-rata dari variable yang diukur.

Standar deviasi : derajat penyimpangan dari nilai tengah.

b) Test of homogeneity of variance : menunjukkan homogenitas variasi dari variable yang di uji. Jika nilai signifikasi dari test homogenitas ini < 0.05 maka variable tersebut homogeny. Jika variable tersebut tidak homogen/heterogen maka penarika kesimpulan dari test ANOVA tidak sah karena tidak sesuai dengan asumsi.

c) Test signifikasi ANOVA : Menunjukkan apakah variable yang diperbandingakn memiliki perbedaan hyata tau tidak. Jika nilai p value < 0.05 maka terdapat perbedaan. Sebagai catatan jika nilai p< 0.05 maka dapat dilakukan uji lanjutan yaitu Post Hoc Multiple comparison untuk melihat variable mana yang memiliki perbedaan nyata.

d) Post hoc (multiple comparison) : menunjukkan perbedaan nyata antara masing-masing variable. Dalam table multiple comparison terdapat beberapa angka seperti :

o Mean difference : merupakan selisih mean antara variable yang diperbandingkan.

o Standard error : nilai kesalahan yang diperbolehkan.

o Sig : nilai perbedaan nyata (< 0.05 : berbeda nyata)

o Lower bound dan upper bound : kisaran besarnya angka perbedaan dari kedua variable dalam taraf 95%.

5) Pair sample T test

Digunakan membandingkan apakah terdapat perbedaan atau kesamaan rata-rata antara 2 kelompok sampel data yang saling berkaitan.

Output :

a) Statistic deskriptif (paired samples statistic) : menunjukkan rata-rata dan standar deviasi dari nilai yang di uji.

b) Test signifikasi (paired sample comparison) : menunjukkan perbedaan nyata dari nila yang uji, (p < 0.005 berbeda nyata).



Senin, 26 Desember 2011

2011:ketika zona nyaman tak lagi nyaman

pre scriptum : draft ini sudah tersimpan sejak desember 2011 dan baru ditengok lagi, tidak ada perubahan sama sekali ejak dfat ini ditulis hingga di publish.

Ini adalah senin terakhir di tahun 2011, mungkin waktu yang tepat buat gue untuk menuliskan kembali sebuah refleksi akan perjalanan diri gue selama setahun ini. Secara umum, gue banyak sekali mengalami kegagalan atas rencana-rencana dan daftar keinginan yang mungkin tahun depan bakal tercatat kembali karena belum juga terpenuhi.
Tahun ini adalah tahun ujian dimana gue lebih dituntut untuk memilih dengan baik terhadap apa yang akan gue jalani. Pilihan gue yang paling sulit adala ketika gue akhirnya harus memutuskan keluar dari lembaga yang selama ini menjadi zona nyaman. dengan jumlah gaji yang relatif besar, kegiatan keseharian yang tidak terlalu menguras tenaga dan pikiran, dengan segala kemudahan hidup di kota, dengan fasilitas yang bagus, banyak ornag yang bilang bahwa sebagai seorang muda dan masih sigle, gue tergolong mapan. 
Namun gue tahu dan selalu tahu bahwa kenyamanan itu selalu membawa lupa dan menyebabkan tumpul dalam kreatifitas. Tantangan yang tidak ada, kehidupan yang sederhana (bukan dari sisi materi) akan menyebabkan kita sendiri bosan hidup.Ya kehilangan tantangan itulah yang membuat gue keluar. Jika pun gue menginginkan tantangan yang lebih besar, gue harus sikut-sikutan dengan orang di sekeliling dan bukan itu yang akan gue jalani.
Setelah 2 tahun lebih bekerja di sana, berawal dari staff yang paling bawah, 3 bulan kemudian mendapatkan promosi sebagai koordinator (walaupun tanggung jawab aja yang naik sedangkan gaji nggak), setahun kemudain promosi di kantor pusat sebagai salah satu orang termuda yang tahu banyak hal. Setahun full bekerja di kantor pusat, gue rasa itu udah cukup. 
Keputusan itu banyak yang bilang bodoh. Namu itu tak berlangsung lama, setelah 3 minggu mengaggur, gue dapat kerjaan untuk mengelola sebuah project ahrimau di Padang. secara tanggung jawab dan gaji sebenarnya gak sebanding, namun disinilah gue kembali merasakan tantangan. Mengelola project, budget, time schedulr yang mepet, dengan dana dan orang hyang terbatas. Hanya dengan dua orang staff gue berhasil untuk mengelilingi Sumatra Barat dan sendirian gue bisa menyelesaikan data, laporan, mapping, keuangan, HRD dan komunikasi dengan Pemerintah daerah. sebuah kerjaan yang ditempat lama gue bisa 5-10 orang untuk menghandelnya dan ini gue lakukan sendiri. sbenarnya ada dukungan dari regional manager namun itu sifatnya hanya memberi arahan sedangkan perencanaan dan pelaksanaannya gue lakukan sendiri. 
Itulah yang gue sebut tantangan.
Besok, tahun 2012 gue gak tahu mau ngelakun apa dan kerja dimana, namun gue yakin tantangan selanjutnya juga akan datang dengan tuntutan yang lebih besar dan gue akan menantang semuanya.

Rabu, 14 Desember 2011

Cagar Alam dan TWA Rimbo Panti : Potensi dan Ancamannya

Sumatera Barat memang telah terkenal dengan keindahan landskap dan panorama alamnya selain budaya nasi padangnya. Untuk kekayaan alam pasti kita pernah mengenal Ngarai Sihanok, Danau Maninjau dan lain-lain. Salah satu lokasi wisata yang terkenal adalah Rimbo Panti yang terletak di Kabupaten Pasaman Timur. Secara status, terbagi menjadi dua kawasan yaitu Taman Wisata Alam dan Cagar Alam. Untuk wisata alam, Rimbo Panti mengandalkan pemandian air panas yang terletak di pinggir jalan raya Pasaman-Medan.
Kesan pertama saat saya melihat Rimbo Panti adalah sebuah kawasan yang sangat terjaga dan dikelola dengan baik. Di pinggir jalan saya bisa menemukan tumbuha beringin yang saya kira sudah sangat tua. 
Namun setelah saya memasuki kawasan tersebut lebih dalam, saya melihat sebuah kenyataan yang sangat berbeda. Pertama saya memasuki kawasan rawanya, saat saya melihat bekas lintasan sepeda motor yang memasuki kawasan tersebut. Jalan tersebut saya ikuti hingga hampir 2 Km jauhnya, namun saya kehilanga jejak tersebut hingga saya tidak mengetahui ke arah mana jalan motor tersebut. Saya juga menemukan aktifitas beberapa orang yang mencari kerang di rawa tersebut namun bagi saya itu tidak masalah asalkan mereka tidak merusak ekosistem rawa tersebut.
Hari berikutnya saya memasuki kawasan perbukitannya, nah disinilah saya menemukan kondisi yang lebih buruk dari sebelumnya. Hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari batas kawasan, semua area hutan lindung telah habis di buka untuk lahan perkebunan. 
saya sempat berbincang dengan orang-orang yang sedang melakukan aktifitas pembukaan lahan, dari perbincangan tersebut, mereka mengaku bahwa mereka paham dan tahu bahwa kawasan Rimbo Panti merupakan kawasan  yang dilindungi dan tidak boleh dibuka. sehingga mereka memmberikan tidak melakukan penebangan di kawasan konservasi. Namun mereka tidak memahami bahwa kawasan Rimbo Panti dikelilingi hutan Lindung yang juga tidak boleh di tebang. 
Sebagai salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia, saya rasa tindakan pengamanan dan pemantauan kawasan Rimbo Panti sangat lemah dan hanya terpusat pada beberapa objek wisatanya saja. Hutan Rimbo PAnti sangat penting artinya, karena disanalah asal aliran sungai yang memberikan air bagi saluran irigasi kawasan persawahan di Pasaman Timur. Jika pengrusakan habitat di kawasan tersebut terus berlangsung, maka kekeringan bagi ratuasan hektar sawah akan terjadi dalam beberapa tahun. Kerusakan pada kawasan Rawa sebagai pengatur hidrologi di kawasan itu juga snagat penting. Sebuah rawa yang sehat merupakan regulator yang baik bagi perairan yang dapat menjadi sumber air ketika kekeringan dan menjadi penyimpan air pencegah banjir. 

Selasa, 13 Desember 2011

Pengaruh Filsafat Yunani Terhadap Etika Lingkungan

Entah apa yang merasuki pikiranku malam ini, sebenarnya ingin menulis tentang lingkungan namun karena sebenarnya tidak tahu harus menulis apa saya jadi teringat sebuah pelajaran tentang etika lingkungan. Namun bukan mengenai apa tentang etika lingkungan itu sendiri yang ingin saya bahas tetapi kauh mundur ke belakang tentang filsafat Yunani mengenai lingkungan dan alam. 
Tulisan ini berawal dari pendapat Aldo Leopold dalam bukunya “The land ethics “ menyatakan bahwa masalah lingkungan sebenarnya berakar pada filsafat alam dan sepenuhnya membutuhkan pemecahan secara filosofis pula. 
Bagi etika lingkungan, filsafat barat rupanya tidak selalu mendukung apa yang menjadi asumsi dasar etika lingkungan. Memang, refleksi tentang alam sudah muncul sejak Filsuf dari Melitus yaitu Thales, Anaximander dan Anaxagoras.  Lihat pendapat Thales yang melihat bahwa segala sesuatu berasal dari air, di dalam benda-benda di bumi terdapat dewa. Heraclitos berpendapat bahwa api adalah awal dari segala sesuatu, Xenophanes melihat tanah sebagai arkhe, Empedocles mengajukan empat element yaitu : tanah, udara, api dan air. Jika diperhatikan umumnya para filsuf pra sokratik ini menerima konsep bahwa  dunia mempunyai “ rational structure “ , tidak berubah, tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dihancurkan dan tidak dapat digerakkan. Mereka beranggapan bahwa dunia material tersusun dari sebuah "zat tertentu" yang mendasari kehidupan dan alam. 

Gunungan wayang, miniatur keseimbangan alam.

Sebagai orang Jawa yang pernah menghabiskan sebagian masa kecil di daerah terpencil di Wonogiri, Jawa Tengah, bagi ku wayang adalah bagian dari diriku sendiri. Tokoh-tokoh seperti Werkudoro, Arjuno, Baladewo merupakan tokoh-tokoh super hero versi diriku sendiri. Bukan hanya karena aku mencintai budaya namun belum adanya listrik dan televisi swasta hingga tahun1996 di kampungku membuat ku tumbuh dalam dongeng pewayangan. Mungkin jika saat itu aku tumbuh di kota, aku hanya akan tahu tokoh superhero import. Bagiku inilah sebuah berkah ketika tumbuh di wilayah terpencil di masa kecil. 

Namun bukan mengenai masa kecil ku yang akan kuceritakan disini ataupun cerita bagaimana aku menikmati wayang (mungkin bisa kuceritakan dalam tulisan berikutnya) namun sebuah filosofi dari satu figure di dunia pewayangan. Mungkin disebut figure juga tidak tepat karena ini adalah bukan tokoh hidup melainkan sebuah "gunungan". Ya filosofi gunungan di lihat dari  sisi lingkungan. 
Gunungan biasa dimainkan setiap sang dalang akan memulai dan mengakhiri pertunjukan wayang (tancep kayon). Gunungan bisa dimainkan untuk menandai setiap babak yang dimainkan. Bisa pula dimainkan untuk menggambarkan/mengasosiasikan sesuatu, seperti: gunung, pohon besar, ombak samodra, anginributapi berkobar hebat, gua, dll.Fungsi gunungan selain untuk mengasosiasikan seperti yang disebut di atas, juga sebagai tanda aba-aba dalang kepada penabuh gamelan, terutama pengendang dan pengendernya.

Minggu, 11 Desember 2011

Cara Mengapus atau Rename Geodatabase di ArcCatalog

ArcCatalog merupakan salah satu tool dalam ArcGIS yang berfungsi untuk mengelola geodatabase yang kita miliki. ArcCatalog ini sangat membantu dalam menyimpan file dalam struktur logis dan membuat kategori dalam file-file tersebut dengan jelas. 
Peringatan bahwa geodatabase saya di kunci
Selama ini saya menggunakan ArcCatalog untuk menyimpan file yang telah di analisa dan diberi informasi yang sudah final. Namun kemarin saya menemukan sebuah masalah yang selama ini belum pernah saya alami yaitu salah memasukkan file yang belum final ke ArcCatalog. Saat itu saya langsung ingin menghapus file tersebut dengan cara klik menu delete seperti biasa. Namun bukan berhasil di hapus justru muncul sebuah peringatan bahwa geodatabase saya dikunci. seperti gambar disamping.

Geodatabase di lihat dari windows explorer, perhatikan file type  LOCK

Peringatan itu juga muncul ketika saya mencoba untuk "rename" dan mencoba mengedit dengan cara lain. Jujur saya sudah hampir frustasi dibuatnya. 

Kemudian terfikir oleh saya untuk memasuki file geodatabase saya dengan Windows Explorer walaupun gak tahu mau berbuat apa dengan melakukan hal tersebut selain hanya untuk melihat-lihat saja. Jujur saya sendiri tidak terlalu tahu banyak ketika melihat-lihat file disana karena isinya hanya file-file yang saya tidak mengerti seperti gambar di samping.

Namun tiba-tiba saya melihat file yang berekstensi .lock. Saya langsung berfikir apakah file ini yang membuat file data base saya terkunci?
Saya langsung segera mem-back up file geodatabase saya di lokasi lain dan menghapus file .lock tersebut. Setelah itu saya kembali ke ArcCatlog untuk mengapus dan merename beberapa feature dan berhasil!!!

Jadi buat  kawan-kawan yang ingin meng-unlock file geodatabase-nya agar bisa mengapus dan merubah nama file geodatabase hapus saja file berkekstensi .lock melalui windows explorer. 


Namun saya sarankan agar itu menjadi langkah darurat saja, jadi bagi yang file geodatabasenya tidak bermasalah saya sarankan untuk tidak menghapus ekstensi tersebut. 

Jumat, 09 Desember 2011

Oleh TKP Kasus Pembunuhan dan perdagangan harimau di Batang Anai, Pariaman

Penyelidikan ini merupakan lanjutan dari kasus pembunuhan dan hilangnya jasad harimau pada bulan oktober 2011. Penyelidikan yang dilakukan pada tanggal 7 November 2011 bertujuan untuk olah TKP dan untuk mencari tambahan informasi serta memperjelas kronologi kejadian.  Penyelidikan ini melibatkan Polres Pariaman, BKSDA Sumatera Barat, saksi warga sekitar dan Fauna Flora International.
Olah TKP dilakukan pada tiga titik yaitu, 1) Masjid yang menjadi lokasi penyimpanan sementra jasad harimau, 2) Lokasi offsetting dan 3) Lokasi jerat dan pembunuhan harimau.
Masjid Al Ikhlas
Titik koordinat masjid Al-Ikhlas berada pada posisi 0648205/9918529. Menurut keterangan saksi Buyung Karibo, bangkai harimau ini tiba di Masjid tersebut apda pukul 17.30 WIB dan diletakkan di dalam Masjid. Tidak lama kemudian banyak sekali masyarakat yang hadir untuk melihat jasad tersebut yang hamper setengahnya bukan warga sekitar kampung, sehingga tidak dapat dikenali satu-persatu namanya.

Morfologi Beruang Madu



Beruang madu (Helarctos malayanus) merupakan jenis yang memiliki ukuran tubuh yang paling kecil dari suku Ursidae. Jenis ini memiliki tinggi tubuh
1.000-1.400 mm, panjang ekor 30-70 mm dan berat tubuh sebesar 25-65 Kg (Dathe,1975), ukuran telinga 40-60 mm berbentuk melingkar dan panjang kaki belakang 180-210 mm (Lekagul and McNeely 1977). Menurut Fitzgerald dan Krausman (2002) beruang madu memiliki perawakan tubuh yang pendek gemuk, moncong yang pendek, memiliki cakar melengkung tajam yang kuat dan telapak kaki yang tidak ditumbuhi rambut.
Saat lahir berat beruang madu sebesar 300-325 g (Dathe 1970), warna tubuhnya berwarna hitam keabuan, bagian dada berwarna putih kecoklatan (Feng dan Wang,1991). Sedangkan menurut Fetherstonhaugh (1948) bayi beruang madu tersebut berwarna kecoklatan dan berwarna terang saat terkena sinar matahari. Rambut beruang madu dewasa berwarna hitam pekat dan memiliki lapisan rambut berwarna terang di bawahnya sedangkan pada bagian moncongnya berwarna oranye, abu-abu dan keperakan (Fetherstonhaugh,1940 dalam Fitzgerald dan Krausman, 2002).

Kamis, 08 Desember 2011

Sejarah Evolusi Beruang Madu

Suku Ursidae merupakan keturunan dari nenek moyang predator pemajat pohon (Miacidae) yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil pada 25 juta tahun yang lalu (Herrero, 1999). Kedelapan jenis beruang modern saat ini berasal dari Ursavus, yang berasal dari kawasan sub tropis Eropa pada periode Miocene lebih dari 20 juta tahun yang lalu (Craighead, 2000). Ward dan Kynaston (1995) menyatakan pada zaman Miocene tersebut, Ursavus mengalami peningkatan ukuran tubuh dan mengalami pertumbuhan bentuk gigi dari pemakan binatang (faunivorous) menjadi bentuk gigi yang seperti sekarang dengan geraham yang melebar dan lebih datar. Menurut Augeri (2005) perubahan bentuk gigi tersebut menjadikan beruang saat ini frugivoirous dan herbivorous.

Perjalanan kecil ke Siberut

Awal bulan November 2011, mungkin salah satu periode waktu yang bersejarah buat gue, karena pada saat itu gue akhirnya bisa menginjakkan kaki di Pulau Siberut. Pulau yang ku kenal pertama kali lewat sebuah pelajaran biogeografi dulu saat kuliah. Pulau Siberut merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai. Selain Pulau Siberut, terdapat empat pulau besar di Mentawai yaitu Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan. Pulau Siberut merupakan  habitat empat primate endemic yaitu Bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), Joja atau lutung Mentawai (Presbytis potenziani), Simakobu (Simias concolor) dan Bokoi (Macaca pagensis).
Keunikan pulai ini adalah pada masyarakatnya yang masih lekat dengan budaya aslinya dan berbeda secara kultural dan bahasa dengan masyarakat Minagkabau (Sumatera Barat daratan). 




Rabu, 07 Desember 2011

Geliat Petani gambir dan perambahan hutan di Kab. 50 Kota, Sumbar

Perjalananku kali ini menghantarkan saya menyusuri pedalaman kabupaten 50 Kota, Sumater Barat. Kabupaten ini terletak di bagian timur wilayah provinsi Sumatera Barat atau 124 km dari Kota Padang.. Kabupaten yang memiliki kawasan wisata Lembah Harau ini merupakan penghasil berbagai komoditas pertanian . Salah satu komoditas pertanian yang sangat diandalkan dari kabupaten 50 kota adalah ekstrak tanaman gambir.

View Larger Map

Gambir, mungkin sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita, bagi orang Jakarta mungkin yang terlintas di pikiran saat mendengar kata Gambir adalah slah satu kawasan kota Jakarta dan stasiun kereta apinya. Begitu juga dengan saya, walaupun akrab dengan kata gambir namun saya buta sama sekali tentang bagaimana bentuk tumbuhan ini dan kegunaannya. Gambir yang memiliki nama ilmiah Uncaria gambir ini, merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh pada rentang ketinggian 200-800 meter dpl. Bagian yang dimanfaatkan dari gambir adalah hasil ekstraksi dari daunnya. Salah satu kegunaan yang paling terkenal di Indonesia adalah sebagai salah satu komponen dalam menyirih. Selain itu hasil ekstraksi gambir dimanfaatkan dalam berbagi industri seperti kosmetik, penyamakan kulit, farmasi dan lain-lain.

Minggu, 12 Juni 2011

La Luciole


Disini, di dinding waktu ini aku bersimpuh kembali menghadap temaram kenangan yang tak lagi berbaris paralel. Dia tak lagi melompat dari detik ke detik kronologis hanya untuk sekedar mengiba ingat namun membentuk koloni simpul objek yang diinginkan. Hanya mereka yang diinginkan yang akan terus berada ruang itu. Memori. Dia adalah ruang gelap yang terlepas dari batas keinginan, membentuk sistem symbol dan warna personal pada setiap getar yang tertangkap. Kadang dari senja dia akan melintaskan saat pertama tangan bersentuhan, kadang dari becak dia akan mengartikan pipi yang basah oleh tangis dari masa lalu. Begitulah ia bekerja, meluaskan denotasi menjadi konotasi-konotasi acak hingga yang general kemudian menjadi personal dalam permutasi peristiwa.
Jika waktu membentuk garis linier dari nol menuju tak hingga maka dia merangkai jaring di dalam tubuh waktu dimana setiap kata dan rasa berkompetisi di setiap celahnya. Disana setiap titik rasa dapat berevolusi menjadi piramida keterikatan namun tak jarang kubah kemesraan pun larut menjadi bayang-bayang. Disana kau dapat melihat kesedihan jalan lengang kota yang menyeruduk masuk di sela kursi kosong kafe kesendirianmu yang membuat lagu penyanyi reggae seperti ratapan duka imigran yang lupa akan bahasa ibunya. Namun disana pula wangi kuntum mawar dapat terasa begitu dekat dari sebaris pesan yang hadir di saat tepat.
Nama-nama akan menjadi makam-makam, namun kenangan adalah kunang-kunang malam yang terbang menuju surga membawa tawa dan tangis yang tak jelas lagi penyebabnya. Sementara waktu terus saja membawa kita ke nama nama baru. Namun bukan seperti laut yang membuat sungai lupa akan jalan pulang, nama-nama baru takkan juga menyingkirkan nama-nama makam di dalam ruang kepala. Karena di sana makam bukanlah tiada, tapi mengintai untuk hidup kembali ketika kau terperangkap gerimis ataupun ketika menanti kedatangan bus terakhir di batas kota.
Dia adalah kehidupan tersendiri, terbebas dari jerat materi, jauh dari pertarungan empirisme versus rasionalisme, bahkan merdeka dari neuron syaraf di kepala kita. Dia adalah putih yang akan memberikan makna pada merah, kuning dan hijau dalam lukisan sejarah.
Sekarang, ambilah pena dan kertasmu untuk membuat monument bagi perjalananmu. Dan biarkan suatu saat kunang-kunang akan membawa ceritamu ke surga. Cerita tentang gugusan koordinat nama, rasa dan kata dalam galaksi memorimu.

Rabu, 09 Februari 2011

Hanya Amnesia

00:19, belum tidur di taman, lidah terasa menebal dan berasa asin, sebuah jamuan tanpa lilin yang menyentuh.

Setelah bergelas kopi tanpa gula pun ludas,ku harap tiada lagi yang akan tersisa disana, walapun harus sekali lagi menatap gelap mencari bayangan kata-kata. Wangi belum juga mau pudar setelah bertahun bercumbu dengan senyap, berganti-ganti, berubah-ubah, saling menjilat  meniti jalan yang ternyata hanyalah jembatan es yang kian meleleh.
Siapa lagi yang dapat menerka datangnya kegelapan mutlak tanpa peringatan sangkakala? Aku mampu. Lewat mimpi. Gemuruh 2000 mil dari tiada menuju mengapa. Dari gelap pada akhirnya tak juga mampu menuju terang bahkan melompat ke dalam jurang. Akankah harus kusebut lagi namaMu disini?
Mungkin tiada lagi yang dapat menyebut arti bulan Juni selain aku, yang terbang di bulan Oktober dan jatuh di bulan November. Walaupun  bulan di atas sana selalu sama masih sewarna perak penuh korosi. Hei, Bukankah kau yang mengajariku cara menghias pelangi yang kian memucat dan meleparkan kuas ke dalam senja, dimana aku memilih oranye dari pada ungu. Bukankah kau yang mengajariku merapal mantra untuk merubah arah angin di tepian lapangan bola kala itu. Lupa??

ah, aku kira hanya amnesia.


00:47, angin taman mencoba mengusirku agar pulang dan terlelap tidur.

Senin, 25 Oktober 2010

Meracau


Pukul 3.55 dini hari, segera menulis. Tidak tidur, namun kakiku rasanya mati rasa, suatu sambutan selamat datang yang diberkati.
Malam ini sungguh gelap. Solusi yang sudah terlalu lama mencekikku bersama dengan debu padang pasir dan sakitnya kakiku untuk menggapai pintu-pintu yang tersembunyi. Ujung kematian palsu untuk mengeluarkan para perampok nurani. Masih banyak lagi yang belum kulihat. Apa yang diputuskanNya di bawah bintang-bintang itu? Seseorang harus menaruh dirinya sendiri, dimana pun dia berpijak.
Dia berjalan dalam cahaya di dalam istana ThebanNya melewati aula yang diabaikan, aula yang melemparkan diriNya sendiri ke dalam hasutan yang meresahkan demi mendapatkan tahta keemasan sampai ranjang ukirNya. Apakah kekuasaanNya berharap untuk melihat perunjukan sirkus? Kurasa tidak. Apakah yang kadang berperan sebagai Dewa Osiris itu sedang mencari teman? Kurasa tidak. Apakah penguasa surgawi Ma’at ini masih ingin menunggang unta, memberi makan harimau, menguliti tahanan, bermain ayunan pada palang yang bergantung, bermain dengan belalai gajah, membelai jerapah? Kurasa tidak.
Hasrat-hasrat itu meliputiku malam ini dan mencegahku untuk tidur. Malam ini, setelah beberapa menit memikirkan kesulitanku, Horus memberi upeti yang yang lebih kejam daripada sebelumnya yaitu sebuah sebuah permainan kata dalam bahasa masa depan. Horus meminta waktu, waktu untuk perutku yang sakit, terbakar di dalam rasa malu dan sepi, tak dapat di dekati, waktu yang sangat berharga dekat dengan jurang kematianku, bagaimana bila pelindungku yang berkepala elang itu meminta imbalan dariku?
Bagaimana aku merencanakan perjalanan terakhirku itu yang kuyakin akan segera datang, tak diragukan lagi, yang diantarkan oleh panah Hyksos atau oleh pedang beracun para penjahat  yang berhamburan ke arahku atau oleh buaya yang tumbuh setiap hari di dalam perutku, yang pada akhirnya akan memakan perutku jika aku tidak segera mengirimnya ke bawah tanah.
Saat itu kuharap aku sudah bangun untuk menyambut sang mentari walapun aku telah kehilangan hari utuh lagi demi rasa sakit dan lelah tubuhku. Berat kakiku rasanya sudah seratus kilo gram. Kepalaku rasanya di tekan oleh dua kepalan raksasa. Raungan perutku yang mengamuk, kucoba menawar beberapa menit lagi tetapi dia tak mau berdamai, malah semakin rusuh.
4.25, shubuh, segera membuat susu dan menunggu adzan shubuh yang tiba-tiba kurindukan.

 

Jumat, 28 Mei 2010

Untuk Rea

Di sisa kata yang mampu kuucapkan ini, aku hanya ingin menancapkan sebuah malam berbingkai reruntuhan senyum dan bayangan. Sebuah malam indah dalam gulitanya yang mengendapkan semua suara, yang merangkak diantara belantara detik menuju hampa. Sebuah malam sang Bandung Bondowoso yang tak ingin segera berakhir.

Maka rebahlah disini, di tikar bianglala senja yang telah menghilang ini dan lihatlah dengan terpejam segala yang tak pernah nampak. Disini kita tak mendendangkan nada hanya bunyi dan kata-kata.
Di sana di balik bayangan anyaman awan itu ada sesuatu yang ingin diketahui dengan diam.

Disana ada satu masa yang berlangsung di luar waktu dimana rasa, warna dan suara akan kehilangan eksisitensinya. Semuanya melebur menjadi hening. Sedangkan ruang akan serupa gelombang, saling terlipat namun tak berdesakan dimana aku, kamu dan mereka ternyata hanya satu rupa dalam senyap.

Dari kedalaman kosong yang tak hendak putus ini, melompatlah dari setiap helaan nafasmu. Rasakan ya rasakanlah sesuatu yang asing, tak terkenali namun indah ini. Resapilah kejemuan dengan tenang maka cahaya akan menjemputmu disana.
Aku kan pergi untuk bermetaformosa, menjemput bentuk baru yang selalu kurindu.
Selamat datang!!

Tuhan yang kesepian di Taman kota

Tuhan yang kesepian memanggilku bercakap
di taman kota.


Malam di jalan kehabisan pejalan,
menjaga kami dari kantuk. 



Karena kami harus terus terjaga,
kalau-kalau mimpi rakyat terlepas,
saling berkumpul mengadukan perlakukanku
kepada Tuhan. 



Ini bisa runyam.

Aku harus bisa mengantisipasi,
jangan sampai Tuhan tahu.


Dia itu sosoknya tak terduga,
biasanya mihak rakyat kecil.


dan Tuhan kalau kesepian 
permintaannya bisa macam-macam
sampai menjelang pagi.

Kamis, 27 Mei 2010

pada sebuah senja

Senja di taman ini terasa lebih manis di akhir bulan maret ini. Bunga-bunga terlihat begitu angun dan menikmati cumbuan kumbang dan kupu-kupu. Sedangkan langit tampak meneduhkan dengan semburat oranye dan lembayungnya.
Di bangku taman yang terletak di sudut timur, duduklah ketiga orang pria yang entah bagaimana mereka bisa duduk bersama disana. Orang di sebelah kanan adalah seorang lelaki muda berumur 20-an dengan rambut panjang dan kacamata. Di tengah adalah seorang lelaki dengan kaus singlet dan asap rokok yang tak henti-hentinya mengepulkan racun ke udara dengan tatapan muka terus menengadah ke langit.. Sedangkan pria ketiga yang duduk di sebelah kiri adalah pria gemuk dengna muka kekanakan dan asyik mengunyah sesuatu di mulutnya.
“ Ah sebuah senja yang indah….” Gumam lelaki bersinglet.
“ ya akan lebih indah jika tak kau kotori langit ini dengan asap rokokmu bung” sahut lelaki gondrong.
“ ah.. kau mulai seperti manusia di seberang pagar itu selalu merepotkan diri dengan hal-hal kecil. Lihatlah indah senja yang besar itu dan nikmati kebebasan ini” kata lelaki bersinglet.
“Kebebasan apa? Nyatanya sekarang aku tak bebas dari asap rokokmu yang berembun di kaca mataku” sahut si gondrong dengan ketus.