Tampilkan postingan dengan label Wildlife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wildlife. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

Oleh TKP Kasus Pembunuhan dan perdagangan harimau di Batang Anai, Pariaman

Penyelidikan ini merupakan lanjutan dari kasus pembunuhan dan hilangnya jasad harimau pada bulan oktober 2011. Penyelidikan yang dilakukan pada tanggal 7 November 2011 bertujuan untuk olah TKP dan untuk mencari tambahan informasi serta memperjelas kronologi kejadian.  Penyelidikan ini melibatkan Polres Pariaman, BKSDA Sumatera Barat, saksi warga sekitar dan Fauna Flora International.
Olah TKP dilakukan pada tiga titik yaitu, 1) Masjid yang menjadi lokasi penyimpanan sementra jasad harimau, 2) Lokasi offsetting dan 3) Lokasi jerat dan pembunuhan harimau.
Masjid Al Ikhlas
Titik koordinat masjid Al-Ikhlas berada pada posisi 0648205/9918529. Menurut keterangan saksi Buyung Karibo, bangkai harimau ini tiba di Masjid tersebut apda pukul 17.30 WIB dan diletakkan di dalam Masjid. Tidak lama kemudian banyak sekali masyarakat yang hadir untuk melihat jasad tersebut yang hamper setengahnya bukan warga sekitar kampung, sehingga tidak dapat dikenali satu-persatu namanya.

Morfologi Beruang Madu



Beruang madu (Helarctos malayanus) merupakan jenis yang memiliki ukuran tubuh yang paling kecil dari suku Ursidae. Jenis ini memiliki tinggi tubuh
1.000-1.400 mm, panjang ekor 30-70 mm dan berat tubuh sebesar 25-65 Kg (Dathe,1975), ukuran telinga 40-60 mm berbentuk melingkar dan panjang kaki belakang 180-210 mm (Lekagul and McNeely 1977). Menurut Fitzgerald dan Krausman (2002) beruang madu memiliki perawakan tubuh yang pendek gemuk, moncong yang pendek, memiliki cakar melengkung tajam yang kuat dan telapak kaki yang tidak ditumbuhi rambut.
Saat lahir berat beruang madu sebesar 300-325 g (Dathe 1970), warna tubuhnya berwarna hitam keabuan, bagian dada berwarna putih kecoklatan (Feng dan Wang,1991). Sedangkan menurut Fetherstonhaugh (1948) bayi beruang madu tersebut berwarna kecoklatan dan berwarna terang saat terkena sinar matahari. Rambut beruang madu dewasa berwarna hitam pekat dan memiliki lapisan rambut berwarna terang di bawahnya sedangkan pada bagian moncongnya berwarna oranye, abu-abu dan keperakan (Fetherstonhaugh,1940 dalam Fitzgerald dan Krausman, 2002).

Kamis, 08 Desember 2011

Sejarah Evolusi Beruang Madu

Suku Ursidae merupakan keturunan dari nenek moyang predator pemajat pohon (Miacidae) yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil pada 25 juta tahun yang lalu (Herrero, 1999). Kedelapan jenis beruang modern saat ini berasal dari Ursavus, yang berasal dari kawasan sub tropis Eropa pada periode Miocene lebih dari 20 juta tahun yang lalu (Craighead, 2000). Ward dan Kynaston (1995) menyatakan pada zaman Miocene tersebut, Ursavus mengalami peningkatan ukuran tubuh dan mengalami pertumbuhan bentuk gigi dari pemakan binatang (faunivorous) menjadi bentuk gigi yang seperti sekarang dengan geraham yang melebar dan lebih datar. Menurut Augeri (2005) perubahan bentuk gigi tersebut menjadikan beruang saat ini frugivoirous dan herbivorous.